Sungai Musi


Sungai Musi mengajarkan banyak hal kepada masyarakat Palembang tentang kehidupan. Tentang perilaku bermacam manusia yang pernah mengarungi arusnya bersama perahu-perahu kecil hingga kapal besar. Juga tentang perilaku manusia yang hampir di sepanjang umurnya menggantungkan nasib kepada sungai ini dari ulu ke ilir.Para perantau yang datang dari daratan Tiongkok sudah lama menggunakan Sungai Musi sebagai jalur utama tempat lalu lintas. Sungai terpanjang di Sumatera ini, disamping sebagai tempat transaksi perdagangan, juga merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat, khususnya kaum nelayan.

Bagi Palembang, sungai ini adalah pantai yang memanjang, tempat berlabuhnya kegiatan perekonomian juga penenang ketegangan usai pekerjaan. Airnya yang bergelombang dapat mengembalikan kesegaran jiwa, dan ketegangan raga mengendur di depan keagungannya. Kegiatan rekreasi sudah biasa dipusatkan di tepiannya, mulai dari tempat duduk-duduk, hingga kafe-kafe dan restoran. Lebih menyenangkan lagi, di tepian sungai ini tersedia perahu jelajah yang menghadirkan pandangan orang lalu saat mengarungi Sungai Musi.Jangan sampai Anda melewatkan waktu untuk melakukan tur di Sungai Musi. Tur Sungai Musi adalah hal yang wajib dilakukan wisatawan yang ingin mengetahui sejarah Palembang. Saat tur di Sungai Musi maka Anda akan menemukan beberapa tempat wisata menarik seperti Pulau Kemarau dan tempat ibadah klenteng. Masyarakat setempat mengandalkan sungai ini untuk transportasi sehingga Anda akan melihat banyak perahu motor membawa penumpang untuk menyebrang.

Baik tua, muda, maupun anak-anak, semuanya menjadi wisatawan di tempat ini. Untuk mengindari cuaca terik, biasanya pengunjung berdatangan pada sore hari sambil menunggu Matahari terbenam berhiaskan panorama Jembatan Ampera. Mereka tidak segera pulang karena suasana malam lebih takjub diterangi oleh lampu-lampu di sekitar sungai.Selami keunikan rumah rakit yang masih dapat dijumpai di tepian Sungai Musi di daerah Seberang Ilir dan Seberang Ulu, terutama pada lokasi pemukiman asli masyarakat Palembang. Beberapa rumah tradisional telah berumur lebih dari 50 tahun. Rumah-rumah ini memiliki konstruksi apung, dibuatnya dari kayu dan bambu dengan atap nipah dan sirap, namun belakangan ini dilengkapi dengan seng.

Pada hari perayaan tertentu, misalnya Hari Kemerdekaan Indonesia, diadakan festival air di sungai ini seperti perlombaan perahu, kontes menghias perahu, lomba renang melintasi sungai dan masih banyak lagi. Musi Triboatton juga merupakan event tahunan berskala internasional yang memadukan aspek pariwisata dan olahraga. Ajang kompetisi multi cabang olahraga air ini mengajak atletnya mengaruhi Sungai Musi yang melewati beberapa kabupaten sekaligus, seperti Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Empat Lawang.




Copyright © 2016 | All Rights Reserved